Demokrasi dan Nasionalisme

Posted on

Demokrasi dan Nasionalisme – Halo sobat pembaca sekalian kembali lagi bersama kami di edin08.majalahpendidikan.com yang pada kesempatan kali ini kami akan membahas soal Demokrasi dan Nasionalisme. Dari pada kalian penasaran yuk langsung saja simak penjelasannya.

demokrasi dan nasionalisme

Hay sobat, siapa kah di antara kalian yang pernah ikut dalam Pemilu? Wah, pasti banyak yang sudah pernah kan. Keikutsertaan kalian didalam Pemilu dalah salah satu wujud dari demokrasi di negara kita yakni Indonesia. Berbicara soal demokrasi adalah bentuk suatu pemerintahan, pasti tidak bisa lepas dari hal-hal yang berkaitan pada suatu negara, termasuk yakni nasionalisme. Apa itu nasionalisme dan juga demokrasi, pasti kalian akan dapatkan didalm artikel ini, jadi lah simak baik-baik ya sobat!

Nasionalisme

PENGERTIAN

Nasionalisme mempunyai beberapa pengertian yang menurut dari beberapa ahli. Hans Kohn mengemukan nasionalisme merupakan suatu paham yang menempatkan sebuah kesetiaan tertinggi individu pada negara dan juga bangsa. Nasionalisme yang secara fundamental itu timbul dari adanya sebuah kesadaran nasional yang berbangsa dan juga bernegara sendiri. Sedangkan Joseph Ernest Renan itu mengemukakan nasionalisme sebagai sebuah sekelompok manusia yang mempunyai keinginan untuk bersatu. Berbeda dengan Otto Bauer yang mengatakan nasionalisme merupakan adalah suatu persatuan karakter yang muncul dikarenakan persamaan nasib.

paham nasionalisme

Kalau berdasarkan dari KBBI, nasionalisme mempunyai dua arti. Yakni yang pertama yaitu paham atau ajaran untuk mencintai bangsa dan juga negara sendiri atau sifat kenasionalan. Pengertian kedua yakni kesadaran keanggotaan pada suatu bangsa secara potensial ataupun aktual yang bersama-sama untuk mencapai, mempertahankan, dan juga mengabadikan identitas, kemakmuran, integritas, dan juga kekuatan bangsa itu sendiri atau bisa juga berarti semangat sebuah kebangsaan.

LATAR BELAKANG

Sobat masih ingat kah kalian dengan Revolusi Perancis dan juga Revolusi Industri? Kedua peristiwa itu memicu tmbulnya sebuah nasionalisme. Kok bisa ya? Soalnya, pada asaat kedua peristiwa itu, masih banyak dari negara yang dijajah bangsa lain. Saat itu banyak sekali negara penjajah melakukan sebuah penindasan kepada negara yang dijajahnya. Negara yang dijajah lalu sadar dengan persamaan nasib dan juga harga dirinya yakni sebagai sebuah bangsa. Hingga pada akhirnya hal ini memunculkan rassa nasionalisme di negara Eropa diabad ke-18. Paham ini lalu cepat menyebar ke seluruh penjuru dunia terutama dinegara jajahan Eropa, termasuk dinegara-negara Asia dan juga Afrika.

NASIONALISME DI INDONESIA

Nasionalisme di Indonesia itu diawali dengan dibentuknya yakni Syarikat Islam atau SI (sebelumnya namanya yakni Syarikat Dagang Islam atau SDI). Peran SDI didalam nasionalisme bermula pada H. O. S. Tjokroaminoto mengubah SDI yang menjadi Syarikat Islam, tidak hanya berperan di bidang perdagangan. Jika sebelumnya SDI itu berhubungan ekonomi dan juga sosial, Tjokoraminoto menjadikan organisasi SI juga menyinggung soal politik dan juga agama. Hal ini tampak pada kegiatan SI yang menaruh sebuah perhatian besar pada unsur-unsur politik dan juga menentang ketidakadilan dan penindasan yang dilakukan dengan pemerintah kolonial.

DEMOKRASI

PENGERTIAN

Menurut KBBI, demokrasi adalah sebuah bentuk ataupun suatu sistem pemerintahan yang dimana seluruh rakyatnya itu turut serta dalam memerintah dengan perantaraan sebuah wakiln. Pemerintahan rakyat. Pengertian lainnya yakni sebuah gagasan ataupun pandangan hidup yang pada saat itu mengutamakan sebuah persamaan hak dan juga kewajiban serta perlakuan yang rata untuk semua warga negara.

LATAR BELAKANG

Paham demokrasi mulai berkembang pada masa Yunani Kuno diabad ke-5 SM. Pada masa Yunani Kuno, demokrasi yang dilakukan yakni demokrasi langsung. Artinya, rakyat sebagai warga negara itu terlibat langsung pada pemikiran, pembahasan dan juga pengambilan keputusan yang mengenai berbagai hal yang bersangkutan dengan kehidupan negara. Hal ini juga dapat dipakai dikarenakan jumlah penduduk Yunani Kuno itu masih sedikit, jumlahnya sekitar 300 ribu jiwa. Ketentuan memakai demokrasi tidak berlaku bagi warga negara yang pada saat itu berstatus budak belian, pedagang dari negara asing, perempuan dan juga anak-anak tidak bisa menikmatinya. Kalau sekarang sudah tentu sangat sulit ya jika tidak adanya perwakilan, penduduknya pasti banyak banget!

Gagasan demokrasi mulai menghilang ketika bangsa Eropa itu mengalami masa di Abad Pertengahan. Pada masa itu terjadi sebuah praktik feodalisme, dimana kekuasaan suatu politik dipegang oleh agamawan ataupun gereja. Demokrasi kembali timbul dengan adanya sebuah piagam Magna Charta ditahun 1215 di Inggris. Piagam ini menjelaskan Raja John mengakui dan juga menjamin hak-hak khusus dari bawahannya. Selain itu juga, piagam ini menganut dua prinsip yakni sebagai berikut:

  • Adanya sebuah pembatasan pada kekuasaan raja.
  • Hak asasi manusia itu lebih penting dari kedaulatan raja.

TOKOH-TOKOH

makalah demokrasi dan nasionalisme

Tokoh pertama yakni Montesquieu dari negara Prancis (1689 sampai 1755). Montesquieu mencetuskan sebuah teori yakni Trias Politika atau juga teori yang mengenai pembagian sebuah kekuasaan. Teori ini dilatarbelakangi dengan pemikiran bahwa sebuah kekuasaan-kekuasaan dari pemerintahan haruslah dibagi 3 lembaga, yakni sebagai berikut:

  • Eksekutif yakni lembaga yang melakukan undang-undang.
  • Legislatif yakni lembaga yang berwenang membuat undang-undang.
  • Yudikatif yakni lembaga yang mengawasi jalannya sebuah pemerintahan.

Pemisahan kekuasaan dilakukan supaya pemerintah yang berkuasa tidak lah bertindak sesuka hati mereka.

Kedua John Locke. Menurutnya, semua manusia itu diciptakan setara yang di mana manusia memiliki hak hidup, kemerdekaan dan juga mengejar kebahagiaan. Sampai seperti hidupnya, demokrasi juga memiliki rakyat yang memiliki kedudukan yang sederajat. Sedangkan menurut tokoh J.J. Rousseau, rakyat bisa mengadakan perlawanan untuk menghadapi pemerintah pada saat pemerintah tidak lagi menghargai hak-hak itu.

Pemikiran-pemikiran ini lalu memunculkan demokrasi di negara Amerika Serikat. Deklarasi dari Kemerdekaan AS ditahun 1776 diakui oleh tokoh Thomas Jefferson yang mendapat pengaruh kuat dari sebuah pemikiran John Locke dan juga Rousseau. Sampai pada saat ini, demokrasi sudah diadopsi dari berbagai negara di penjuru dunia sebagai sebuah sistem pemerintahan salah satunya yakni Indonesia.

Demikian lah pembahasan kali ini semoga dengan dibuatnya artikel ini dapat membantu kalian dan terima kasih telah membaca dan berkunjung.

Baca Juga Lainnya: